Chat with us, powered by LiveChat

Kamis, 04 Mei 2023

Tentang Museum Louvre by qiuslot88

Museum Louvre adalah salah satu museum seni terbesar yang paling banyak dikunjungi dan sebuah monumen bersejarah di dunia.

Museum Louvre terletak di Rive Droite Seine, Arondisemen pertama di Paris, Prancis.

Hampir 35.000 benda dari zaman prasejarah hingga abad ke-19 dipamerkan di area seluas 60.600 meter persegi.



Museum ini bertempat di Istana Louvre (Palais du Louvre) yang awalnya merupakan benteng yang dibangun pada abad ke-12 di bawah pemerintahan Philip II.

Sisa-sisa benteng dapat dilihat di ruang bawah tanah museum.

Bangunan ini diperluas beberapa kali hingga membentuk Istana Louvre seperti sekarang.

Pada tahun 1682, Louis XIV memilih Istana Versailles sebagai kediaman pribadi, meninggalkan Louvre untuk selanjutnya dijadikan sebagai tempat untuk menampilkan koleksi-koleksi kerajaan.

Pada tahun 1692, di gedung ini ditempati oleh Académie des Inscriptions et Belles Lettres dan Académie Royale de Peinture et de Sculpture.



Académie tetap di Louvre selama 100 tahun berikutnya.

Selama Revolusi Prancis, Majelis Nasional Prancis menetapkan bahwa Louvre harus digunakan sebagai museum untuk menampilkan karya-karya bangsa.

Museum ini dibuka pada tanggal 10 Agustus 1793 dengan memamerkan 537 lukisan.

Mayoritas karya tersebut diperoleh dari properti gereja dan kerajaan yang disita Pemerintah Prancis.

Karena masalah struktural dengan bangunan, museum ditutup pada tahun 1796 hingga 1801.

Jumlah koleksi museum meningkat di bawah pemerintahan Napoleon dan museum berganti nama menjadi Musée Napoléon.

Setelah kekalahan Napoleon dalam Pertempuran Waterloo, sebagian besar karya-karya yang disita oleh pasukannya kembali ke pemilik asli mereka.

Koleksi museum ini ditingkatkan lagi selama pemerintahan Louis XVIII dan Charles X, dan selama masa Imperium Prancis Kedua, museum berhasil memperoleh 20.000 koleksi.

Koleksi museum terus bertambah dengan adanya sumbangan dan hadiah yang terus meningkat sejak masa Republik Prancis Ketiga.

Koleksi Mesir kuno

Departemen ini memiliki koleksi berjumlah lebih dari 50.000 buah, termasuk diantaranya artefak dari peradaban Sungai Nil yang memiliki penanggalan dari 4.000 tahun SM hingga abad ke-4 Masehi.

Koleksinya merupakan salah satu yang terbesar di dunia, memberikan gambaran lengkap mengenai kehidupan masyarakat Mesir pada masa Mesir kuno, Kerajaan Pertengahan Mesir, Kerajaan Baru Mesir, Seni Koptik, dan Aegyptus (provinsi Romawi), masa Ptolemaic, dan periode Kekaisaran Romawi Timur.

Koleksi departemen ini merupakan koleksi milik kerajaan Prancis pada saat itu, tetapi ditambah oleh Napoleon pada ekspedisi tahun 1798 dengan Dominique Vivant yang kemudian menjadi direktur Louvre.

Setelah Jean-François Champollion menerjemahkan Batu Rosetta, Charles X dari Prancis mengeluarkan dekret bahwa departemen Mesir Kuno harus dibuat.

Champollion menyarankan untuk membeli tiga koleksi, yang dikumpulkan oleh Edmé-Antoine Durand, Henry Salt dan Bernardino Drovet sehingga menambah sekitar 7.000 koleksi.

Jumlah koleksi bertambah melalui akuisisi yang dilakukan oleh Auguste Mariette, pendiri Museum Mesir di Kairo.

Mariette membawa beberapa peti hasil temuan penggalian arkeologi di Memphis, Mesir termasuk diantaranya The Seated Scribe atau Penulis yang sedang Duduk.

Dijaga oleh Sphinx besar (dengan penanggalan 2.000 SM), koleksi ini ditempatkan pada lebih dari 20 ruangan.

Beberapa koleksinya diantaranya koleksi seni, surat gulungan Papirus, mumi, peralatan, pakaian, perhiasan, permainan, alat musik, dan senjata. Koleksi dari masa Mesir Kuno diantaranya pisau Gebel el-Arak yang berasal dari 3.400 SM, The Seated Scribe, dan kepala Raja Djedefre.

Seni masa Kerajaan Pertengahan Mesir yang terkenal dengan karya emas dan patungnya, diwakili oleh patung dari Sekis yang menggambarkan Amenemhatankh dan patung pembawa benda pengurbanan.

Seksi Kerajaan Baru Mesir dan Koptik Mesir juga memiliki jumlah koleksi yang lengkap.

Namun patung Dewi Nephthys dan penggambaran Dewi Hathor dari batu kapur menunjukkan mengenai nilai sentimen dan kekayaan Kerajaan Baru Mesir.

Koleksi Yunani, Etruskan, dan Romawi

Departemen Yunani, Etruskan dan Romawi memajang koleksi yang berasal dari Mediterania dengan penanggalan dari masa Neolitik hingga abad ke-6 Masehi.

Koleksi ini mencakup periode Cycladic hingga keruntuhan Kekaisaran Romawi.

Departemen ini merupakan salah satu yang tertua di Museum Louvre, dan koleksinya dimulai dengan pengumpulan koleksi oleh kerajaan, beberapa bahkan telah dikumpulkan sejak masa Francis I.

Koleksi yang difokuskan departemen ini pada awalnya merupakan patung marmer, sepertiVenus de Milo.

Karya seperti Apollo Belvedere didatangkan ketika masa perang yang dilakukan oleh Napoleon. Namun, karya ini dikembalikan setelah kejatuhan Napoleon I pada tahun 1815.

Pada abad ke-19, Louvre mulai mengumpulkan karya seperti vas dari koleksi milik Durand, benda-benda perunggu seperti Vas Borghese dari Bibliothèque nationale.

Koleksi masa awal departemen ini diwakili oleh perhiasan dan benda-benda dari batu kapur seperti Lady of Auxerre dari 640 SM; dan tabung silindris Hera dari Samos yang berpenanggalan sekitar 570-560 SM.

Setelah abad ke-4 SM, fokus terhadap bentuk manusia mulai meningkat. Hal ini terlihat dari patung Borghese Gladiator.

Museum Louvre memiliki koleksi dari masa Helenistik, termasuk diantaranya Winged Victory of Samothrace (190 SM) dan Venus de Milo, yang merupakan simbolisme karya seni klasik.

Galerie Campana memamerkankoleksi yang luar biasa mengenai tembikar yunani yang berjumlah lebih dari 1.000 koleksi.

Pada galeri yang sejajar dengan Seine, dipamerkan koleksi museum mengenai patung Romawi.

Koleksi potret Romawi milik museum ini merupakan salah satu yang terbaik.

Contoh dari koleksinya adalah potret Agrippa dan Annius Verus; contoh dari patung perunggu adalah Apollo of Piombino dari Yunani.

Koleksi lukisan Museum Louvre berjumlah lebih dari 7.500 buah yang berasal dari abad ke-13 Masehi hingga tahun 1848 dan diatur oleh 12 kurator.

Hampir dua per tiga dari keseluruhan koleksi merupakan hasil karya pelukis Prancis, dan lebih dari 1.200 karya merupakan hasil pelukis Eropa Utara.

Lukisan Italia mendominasi koleksi milik Francis I dan Louis XIV, beberapa lainnya merupakan karya seni yang belum dikembalikan sejak masa Napoleon, dan beberapa lainnya merupakan hasil pembelian.

Koleksi milik Francis I, kebanyakan merupakan koleksi yang didapat dari pelukis Italia terkenal seperti Raphael dan Michelangelo, dan membawa Leonardo da Vinci ke istananya.

Setelah Revolusi Prancis, koleksi kerajaan menjadi inti dari Louvre.

Ketika stasiun kereta d'Orsay diubah menjadi Musée d'Orsay pada tahun 1986, koleksi museum dibagi, dan hasil karya yang dibuat setelah tahun 1848 dipindahkan ke museum yang baru.

Karya seni yang dihasilkan oleh pelukis Prancis dan Eropa Utara diletakkan di sayap Richelieu dan Cour Carrée; sedangkan pelukis Spanyol dan Italia diletakkan pada lantai pertama sayap Denon.

Beberapa karya terbaik milik museum telah didigitalisasi oleh Pusat Riset dan Restorasi Museum Prancis.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tentang Oktoberfest di Jerman by qiuslot88

Sejumlah negara di dunia memiliki tradisi unik ketika memasuki musim gugur. Salah satunya adalah Oktoberfest . Ini adalah satu dari sekian b...